Tiga Dosen FST UT Selesaikan Latihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan
TANGERANG SELATAN – Tiga dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Terbuka telah menyelesaikan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan. Mereka adalah Hasan Basri, S.Kom., M.Kom. dan Mochamad Bagoes Satria Junianto, S.Kom., M.Kom. dari Program Studi Sistem Informasi, serta Rizky Lutfi Suprabowo, S.E., M.Si. dari Program Studi Agribisnis.
Pimpinan FST menyambut kabar ini dengan bangga. Keikutsertaan dalam Komponen Cadangan bersifat sukarela, sehingga langkah ketiga dosen ini menunjukkan kesediaan pribadi untuk ikut mengambil bagian dalam pertahanan negara, di samping tugas utama mereka mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat.
Profil Tiga Dosen
Hasan Basri, S.Kom., M.Kom.
Dosen Program Studi Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi
Mochamad Bagoes Satria Junianto, S.Kom., M.Kom.
Dosen Program Studi Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi
Rizky Lutfi Suprabowo, S.E., M.Si.
Dosen Program Studi Agribisnis
Fakultas Sains dan Teknologi
Mengenal Komponen Cadangan
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara mendefinisikan Komponen Cadangan sebagai sumber daya nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan Komponen Utama, yaitu Tentara Nasional Indonesia. Pelaksanaannya diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2021.
Dasar Hukum
UU Nomor 23 Tahun 2019 dan PP Nomor 3 Tahun 2021 menjadi landasan pembentukan dan pembinaan Komponen Cadangan.
Sukarela, Bukan Wajib Militer
Kementerian Pertahanan menegaskan program ini bukan wajib militer. ASN mendaftar atas kemauan sendiri dengan izin dari pimpinan instansinya.
Seleksi Berlapis
Calon peserta menjalani pemeriksaan kesehatan, jasmani dan postur, psikologi, serta mental ideologi sebelum mengikuti latihan.
Tetap Berstatus ASN
Peserta tidak kehilangan status ASN. Selesai latihan, mereka kembali bertugas di instansi masing-masing.
Mengapa ASN Dilibatkan?
Indonesia menganut sistem pertahanan yang bersifat semesta, yang melibatkan seluruh warga negara dan sumber daya nasional. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut Komponen Cadangan berperan sebagai kekuatan tambahan di tengah ancaman yang semakin kompleks. Bagi ASN sendiri, latihan ini juga ditujukan untuk membentuk karakter dan kedisiplinan, serta meningkatkan etos kerja ketika kembali ke instansi.
Di lingkungan pendidikan tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memandang bela negara sebagai tanggung jawab seluruh aparatur negara, termasuk insan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Harapannya, lahir ASN yang unggul secara akademik dan profesional sekaligus siap mendukung pertahanan negara.
Latsarmil Komcad ASN Tahun 2026
Sepanjang 2026, Kementerian Pertahanan menargetkan 4.000 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga menjadi anggota Komponen Cadangan. Latihan digelar dalam dua gelombang. Gelombang I berlangsung pada 22 April hingga 5 Juni 2026, sedangkan Gelombang II dibuka pada 24 Agustus dan ditutup pada 29 September 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan 2.241 peserta. Materinya mencakup dasar-dasar kemiliteran, latihan fisik, serta penguatan nasionalisme dan patriotisme.
Segenap civitas akademika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Hasan Basri, S.Kom., M.Kom., Mochamad Bagoes Satria Junianto, S.Kom., M.Kom., dan Rizky Lutfi Suprabowo, S.E., M.Si. yang telah menyelesaikan Latihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan. Terima kasih telah memberi teladan disiplin dan semangat bela negara. Selamat kembali mengabdi di kampus.
Sumber informasi program: Kemensetneg, Kemdiktisaintek, Kementerian Pertahanan, dan ANTARA.
